Kamis, 07 Januari 2016

Waspada DBD!!!

Demam Berdarah Dengue (DBD)  merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus dengue. Nyamuk atau beberpa jenis nyamuk menularkan/menyebarkan virus dengue. DBD juga disebut sebagai "breakbone fever" atau demam sendi, karena demam tersebut dapat menyebabkan penderitanya mengalami nyeri hebat seakan-akan tulang mereka patah.
Penyebab DBD adalah virus dengue dan menyebar ke manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti. Artinya, DBD tidak bisa menular langsung dari seseorang ke orang lain tanpa perantara nyamuk tersebut. Nyamuk Aedes aegypti biasanya berkembang biak di daerah berpenduduk tinggi yang memiliki iklim lembab dan hangat.

Penyakit DBD merupakan masalah kesehatan di Indonesia, hal ini tampak dari kenyataan seluruh wilayah di Indonesia mempunyai resiko untuk terjangkit penyakit DBD. Sebab baik virus penyebab maupun nyamuk penularannya sudah tersebar luas di perumahan-perumahan penduduk. Walaupun angka kesakitan penyakit ini cenderung meningkat dari tahun ke tahun sebaliknya angka kematian cenderung menurun, karena semakin dini penderita mendapat penanganan oleh petugas kesehatan yang ada di daerah-daerah. Virus dengue yang termasuk kelompok B Arthropod Borne Virus (Arbovirus) yang sekarang dikenal sebagai genus flavivirus dan mempunyai 4 jenis serotipe, yaitu DEN-1, DEN-2, DEN-3 dan DEN-4.

Ciri-ciri nyamuk Aedes penyebab demam berdarah ini antara lain :
1. Mempunyai bintik-bintik putih pada badan dan kakinya
2. Berkembang biak di air yang jernih dan hanya mampu terbang sejauh 100 – 200 meter
3. Sifat khas nyamuk aedes ini menggigit pada waktu siang hari yaitu pagi dan sore, ketika istirahat biasanya ia hinggap di gantungan baju
4. Ketika mengigit badan tidak nungging, kalau nungging nyamuk anopheles (penyebab malaria).
5. Berkembang biak pada air yang bersih (tidak bertanah) seperti pada bak mandi, tempayan, tempat minum burung dan barang-barang bekas yang tergenang air.
Ciri - ciri dan gejala penyakit DBD :
  1. Mendadak panas tinggi selama 2 sampai 7 hari, tampak lemah lesu suhu badan antara antara 38ºC sampai 40ºC atau lebih. Masa inkubasi adalah jarak waktu antara virus pertama masuk ke dalam tubuh sampai gejala pertama muncul
  2. Tampak hintik-bintik merah pada kulit dan jika kulit direnggangkan bintik merah tidak hilang
  3. Kadang-kadang pendarahan di hidung (mimisan)
  4. Mungkin terjadi muntah darah atau berak darah
  5. Ruam pada kulit
  6. Nyeri belakang mataManifestasi perdarahan, yang ditandai dengan:
  • Ptekie yakni Bintik-bintik merah kehitaman pada kulit yang apabila kulit diregangkan warna tetap terlihat. Inilah ciri khas bintik kulit pada DBD karena bintik merah akibat penyakit lain atau gigitan nyamuk akan tidak terlihat jika kulit diregangkan.
  • Mimisan (epistaksis)
  • Muntah Darah (hematemesis)
  • BAB berdarah biasanya berwarna hitam (melena).
Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD)
  1. Mensterilkan rumah atau lingkungan di sekitar rumah Anda, misalnya dengan penyemprotan pembasmi nyamuk (fogging).
  2. Membersihkan bak mandi dan menaburkan serbuk abate agar jentik-jentik nyamuk mati.
  3. Menutup, membalik, atau jika perlu menyingkirkan media-media kecil penampung air lainnya yang ada di rumah Anda.
  4. Memasang kawat anti nyamuk di seluruh ventilasi rumah Anda.
  5. Memasang kelambu di ranjang tidur Anda.
  6. Memakai losion anti nyamuk, terutama yang mengandung N-diethylmetatoluamide (DEET) yang terbukti efektif. Namun jangan gunakan produk ini pada bayi yang masih berusia di bawah dua tahun.
  7. Mengenakan pakaian yang cukup bisa melindungi Anda dari gigitan nyamuk

Daftar Pustaka



Demam Berdarah Dengue (DBD)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar